Erotiskah Jaipongan?
SUKRON ABDILAH
Beberapa hari ini, seniman Sunda kembali dikejutkan pernyataan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, tentang jaipongan yang gerakannya harus diperhalus kembali. Dari pernyataan ini menyiratkan beberapa kemungkinan. Gerakan jaipongan itu masuk ke dalam gerakan erotis. Sebab Ahmad Heryawan – dengan pandangan subjektif-nya – merasa bahwa gerakan-gerakan jaipongan bisa membangkitkan seksual. Kadung saja, hal ini membuat gerah beberapa seniman Sunda di Jawa Barat. Termasuk saya.
Secara pribadi saya menyukai jaipongan dan merasa bahwa gerakan-gerakannya tidak erotis. Ketika menyaksikan tari jaipongan ini, saya tidak sampai berpikir macam-macam. Setiap gerak jaipongan sangat indah untuk dinikmati sehingga tidak sampai terpikir hal-hal yang dipikirkan lelaki hidung belang. Ini bukan berarti (maaf) pak
Ahmad Heryawan hidung belang, lho. Sebab, saya percaya Gubernur Jawa Barat ini termasuk orang yang bisa menundukan hawa nafsunya. Mungkin, latar belakang pendidikan beliau, yang lulusan Timur Tengah terbiasa dengan pandangan “hitam-putih” sehingga memandang seni dari sisi fisik dan material.
Padahal, seni adalah petanda dari suatu peradaban. Begitu juga dengan tari jaipongan. Di dalamnya ada berbagai gerak yang dinamis, plural, dan estetis untuk menyadari bahwa pergaulan masyarakat Sunda itu “miindung ka waktu, mibapa ka zaman” atau sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam bahasa lain, orang Sunda itu harus dinamis, pluralis, dan menghargai perbedaan. Satu hal yang membuat saya sedikit kecewa dengan pernyataan bahwa jaipongan harus diperhalus lagi gerakannya. Ada semacam intervensi kekuasaan atas kreativitas seni di suatu daerah. Ideologi yang dianut – meminjam Foucault – cenderung mendapatkan kekuatan ketika sebuah kekuasaan diduduki oleh sang penganut ideologi tersebut. Akibatnya, kebebasan berekspresi dalam hal ini, seni tari jaipongan eksistensi keasliannya terancam.
Saya sedikit memberikan saran saja kepada Gubernur Jawa Barat yang bukan berlatar belakang penikmat kesenian. Silahkan bentuk tim yang menciptakan genre baru di dalam jaipongan. Kelincahan para penari jaipongan bukan sebuah cela atau dosa. Seni berkaiatan dengan keindahan. Jadi, saya secara pribadi menganggap jaipongan sah-sah saja, tidak pornografis, apalagi erotis. Ketimbang bermain ke club untuk berdugem ria, lebih baik kita menggelar acara “tayuban”, jaipongan, dan pergelaran seni lainnya. Itu lebih menjaga jati diri kaum muda, kang. Bahkan, bisa menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika dan obat terlarang. Selain itu, sebagai warga Sunda, jaipongan akan menjadi identitas lokal dan cita rasa khas beraroma Sunda itu bisa disaksikan ketika jaipongan tidak diusik-usik dengan dalih erotis dan pornografis.
Untuk para seniman Jawa Barat juga jangan lantas kebakaran jenggot. Ini tantangan baru untuk menciptakan gerak jaipongan yang sesuai dengan selera masyarakat. Mungkin, banyak masyarakat yang tidak mengapresiasi seni gerak ini dikarenakan alasan yang sama dengan Bapak Gubernur. Ingat, bahwa seni itu terus berkembang dan menciptakan kembali bentuknya yang baru. Dinamis, plural, dan fleksibel; seperti halnya gerak jaipongan yang dimanis itu. Mari kita cari jalan keluarnya bersama-sama.
Kita lihat aliran musik yang jumlahnya ratusan sehingga sampai sekarang, musik masih menempatkan diri di puncak seni yang banyak dinikmati banyak orang. Itu karena musik tidak berhenti berkreasi. Mungkin, pernyataaan Ahmad Heryawan adalah tantangan bagi seniman di Jawa Barat untuk kembali berkreasi menciptakan jaipongan seperti halnya yang dilakukan maestro tari tradisional Gugun Gumbira.
Begitu saja unek-unek dari saya. Seorang warga Sunda yang tidak ingin melihat jaipongan mati dalam hal ragam gerakannya yang indah. Saya tidak tahu teori tentang jaipongan, tetapi ketika menyaksikan jaipongan yang di setiap daerah berbeda-beda, terhanyut untuk ngibing bersama mereka. Tetapi, karena saya hanya duduk di bangku penonton, akhirnya pundak, tangan, dan kaki bergerak-gerak sendiri. Bahkan, hanya di dalam hati saja saya melakukan gerakan yang sama dengan si penari. Walah...mungkin pak Heryawan juga menari dan menginginkan gerakan yang sesuai dengan seleranya. Kalau begitu, mari kita ciptakan aliran baru dalam jaipongan. Sekadar informasi saja.
Selasa, 10 Februari 2009
| [+/-] |
Jaipong |
Senin, 11 Februari 2008
| [+/-] |
Fani |
Fani Ahmad Fasani. Mahasiswa Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung. Keseriusanya dalam tradisi menulis menghantarkan Ia pada juara pertama ‘Lomba Cerpen Se-Jawa-Bali’ yang diadakan oleh LPM Suma (Suara Mahasiswa) dengan tajuk ‘Dilarang Menangis’ (2005).
Selengkapnya lihat profile
| [+/-] |
Pradewi |
Pradewi Tri Chatami. Mahasiswa Psikologi Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung. Aktivitas keseharianya di WSC (Woment Studies Center) Bandung sebagai Ketua Divisi Jurnalistik dan Pers.
Info selengkapnya lihat profile
| [+/-] |
Sitta |
Sitta R Muslimah, lahir di Garut pada tanggal 06 Januari 1984. Ia mulai menggeluti dunia tulis menulis, justru ketika telah menyelesaikan kuliahnya di UIN Bandung, jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam.
Tepatnya pada tahun 2007, ia diangkat menjadi Asisten Dosen untuk mengampu mata kuliah Psikologi. Tulisannya pun untuk pertama kali dimuat di H.U. Kompas biro Jawa Barat, rubrik Riungan.
Sebelum dirinya menimba ilmu di UIN SGD Bandung, pendidikannya dihabiskan di Pesantren Persatuan Islam No.19 Garut sampai tingkat Mu’allimin. Lulus tahun 2002, dan meneruskannya ke UIN SGD Bandung, lulus tahun 2006. Alasannya menuangkan ide di weblog untuk menjaga ide-gagasan agar tidak tertimbun oleh zaman. Sehingga, bias diwariskan kepada anak-cucunya, kelak.
Aktivitasnya, selain menulis artikel dipercayai mengepalai yayasan SOLALIN; sebuah lembaga milik keluarga yang konsen di dunia perkembangan anak autisme. Sekarang juga, ia bersama beberapa terapis anak autis sedang menggodog kurikulum berbasis individu. Atau lebih dikenal dengan Individual Education Program (IEP), yang dikhususkan bagi anak-anak autis.
Bagi perempuan yang suka dengan orang-orang dengan mobilitas tinggi ini, menjadi pemerhati perkembangan anak usia dini merupakan panggilan yang telah diguratkan oleh TUhan dan seluruh manusia. Maka, ia pun berslogan: “let’s blogging, therefore you’r exist”.
| [+/-] |
Tedi |
Tedi Taufiqrahman Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ushuludin UIN SGD Bandung. Mantan Ketua Umum LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) Bandung periode 2006-2007
Kini, lebih banyak menulis di media cetak.
| [+/-] |
Oki |
Oki Sukirman, Pria kelahiran Sumedang, 11 Juni 1987. Pengalaman pendidikan SD Sinar Djati 1993-1999. MTS Darul Arqam 1999-2002. MA Darul Arqam 2002-2005 dan Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.
Info Selengkapnya lihat profile
| [+/-] |
Fauzan |
Fauzan Alumni IAIN SGD Bandung, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab angkatan 1998. Di dunia maya memakai nama Fauzan.
Owner situs www.bahasa.web.id dan www.persib.net. Menjadi admin sekaligus shareholder situs www.go-persib.com
Kini mengelola warnet di daerah Dandeur Rancaekek. Info selengkapna lihat
Kamis, 31 Januari 2008
| [+/-] |
Gibson |
Ahmad Gibson Al-Busthamie merupakan Dosen pengajar di Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.
Kini, menjabat sebagai Kepala Pusat Informasi dan Komputer (PusInfoKomp) UIN SGD Bandung.
| [+/-] |
Dhipa |
Dhipa Galuh Purba, lahir di Ciamis, 25 September 1977. Menuntaskan nyuprih pangarti di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Jurusan Jurnalistik. Menulis sajak, cerpen, roman, artikel, drama, skenario, dalam bahasa Sunda dan Indonesia.
Skenario FTV "Bisikan Gunung kemukus" (ditayangkan di TPI) menuai protes dari beberapa kalangan, tetapi tidak terlalu mencuat. Sedangkan naskah drama Sunda "BADOG" terpilih sebagai Juara III Saembara Menulis Drama Tingkat Nusantara, Tahun 2007, dan menjadi salahsatu naskah pilihan dalam Festival Drama Basa
Sunda X Tingkat Nusantara, Tahun 2008.
Selengkapnya lihat profilnya
Rabu, 30 Januari 2008
| [+/-] |
Sulthonie |

Ahmad Agus Sulthonie merupakan Dosen pengajar di Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.
Kini, setiap harinya mengelola sekaligus webmaster Pusat Informasi dan Komputer (PusInfoKomp) UIN SGD Bandung.
| [+/-] |
Ahmad |

Ahmad Sahidin adalah putra bungsu 4 bersaudara yang lahir di Bandung, 05 Agustus 1981, dari pasangan almarhum KH.Aceng Mahmud bin KH.Muhammad Mukhtar (wafat: 12 Ramadhan 1424/07 November 2003) dan almarhumah Euis Rokhaeni binti Masduki (wafat: 25 Jumadil Akhir 1428/10 Juli 2007).
Sejak kuliah, Ahmad berkawan baik dengan Ibn Ghifarie. Ibn Gihifarie usianya 2 tahun lebih muda. Laki-laki non-sekterianis dan sedang menggarap skripsi “Kritik terhadap Pemikiran (Islam Liberal) Ahmad Wahib” ini biasanya dijuluki Buled. Ia lahir di Garut, dan sedang menyelesaikan S-1 Jurusan Studi Agama-Agama (d/h Perbandingan Agama) Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung.
Selain aktif di Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK), juga ikut terlibat dalam dialog agama, kepercayaan dan wacana pluralisme Indonesia.
Sosok yang berpostur gemuk ini sehari-hari nongkrong di kampusnya, UIN SGD Bandung, bergelut dalam kecamuk emosi-intelektualitas-spiritualitas bersama gurunya, Ahmad Gibson Al-Busthomi.
| [+/-] |
Amikail |

Akhmad Mikail. Lahir di Bandung pada hari sabtu, 11 Januari 1986. pendidikan formal saya dimulai dari TK Pajagalan, SDN Cipaganti II, SLTPN 32, Aliyah di PPI 1 (Pesantren Persatuan Islam Pajagalan) Bandung.
Setelah saya lulus tahun 2007, saya melanjutkan ke UIN SGD Bandung jurusan Teknik Informatika.
Selengkapnya liat profilenya
| [+/-] |
Badru |

Badtu Tamam Mifka Lahir di Tasikmalaya, 15 April 1983. Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
my idea:
99 manuskrip kesunyian
kumpulan catatan harian
bandung, i’am in love
kumpulan cerita sunda
sumirah menggugat tuhan
kumpulan cerpen
tuan bukan tuhan
mimbar esei
aku cinta kamu
kumpulan cerpen remaja
tasbih sang kekasih
kumpulan surat-surat cinta
al-qur’an untuk kekasih
kumpulan aphorisma
menulis dong, biar gaul!
kiat n curhat menulis buat remaja
1001 pintu tuhan
kumpulan puisi
Pengalaman Organisasi :
• Pemimpin Redaksi Buletin Al-Kitabah Tahun 2004 • Anggota Komunitas Islam Emansipatoris Bandung Tahun 2005 • Sekretaris Lembaga Pers Gerakan Persatuan Mahasiswa Islam (GPMI) Tahun 2005-2006 • Koordinator Seni Lukis dan Kaligrafi di Lembaga Seni Lukis dan Kaligrafi (LSLK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2005-2006 • Ketua Umum Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2005-2006 • Pemimpin Redaksi Buletin Equality Women Studies Centre (WSC) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2005-2006 • Dewan Redaksi Buletin Waroeng Sastra L-SAK (Lingkar Sastra Kampus) Tahun 2006 • GAMAS (2007), HIMA PUI (2007), Kelompok Penoelis Biasa 2007
No Kontak: 085222255600
mifka15@yahoo.com
Selengkapnya lihat Profilnya
| [+/-] |
Sukron |

Sukron Ablilah. lahir di Garut, 22 Maret 1982. Menempuh pendidikan formal di SDN Waruga, Mts Persatuan Islam No. 19 Garut sampai tingkat Mu'allimin (lulus tahun 2002).
Kemudian melanjutkan ke UIN SGD Bandung, jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (lulus 2007). Sehari-harinya menjalani profesi penulis Lepas di beberapa media cetak dan koran online lokal maupun nasional.
Selekngkapnya lihat Profile
Selasa, 29 Januari 2008
| [+/-] |
Ibnu |

Ibn Ghifarie. Lahir ke dunia ini di daerah Kandangwesi Bungbulang Garut Selatan, 24 tahun silam. Kawan-kawan dekatnya sering memanggilnya dengan panggilan akrab: Boelldzh (baca; Buled), dari pengertian basa Sunda, karena postur tubuhnya bulat.
Ia menempuh pendidikan kolor merah di SDN Bung Bulang II Garut. Pergi merantau sekolah menengah di Mts Tarogong, MAPK (Madrasah Aliah Program Khusus) Tarogong Garut.
Petualangan belajarnya kemudian parkir di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada jurusan Studi Agama-Agama (d/h Perbandingan Agama). Konon, kelak ia sempat dikutuk menjadi “sekertaris” kaum aktivis di kampus tersebut.
Kini, ia hanya mungkin lebih banyak bertemu kita lewat ruang menulis. Sebab, “ruang tersebut memberi kehormatan besar bagi setiap orang yang ingin hidup beradab” ucapnya suatu ketika.
Lebih lengkap silahkan kunjungi profilenya
| [+/-] |
Zarien |

Zarin Givarian. Okay lets see;my name is zarien many people call me with vandergos ya...such as ghost in belgium im 19 going on 20 used to study in UIN, the most important thing about me is my life its by to part life skill and god hand.
My birth day january on monday 13.1987, its should be easy enough. I used to play computer, my hangaroo game, my camera, my black heart card and i love journalism. Profile Selengkapnya







